Sudikah kamu untuk selalu bertanya pada kura-kura?

Pas kapan itu saya melihat pengumuman di Facebook kalau Mbak Emma Watson buka grup pembaca buku di Goodreads. Wah! Saya yang notabene (masih) pecinta wanita ini ya girap-girap nggak ketulungan pengin segera gabung sama grup buku Our Shared Shelf yang entah dikelola secara pribadi atau pakai admin sama Mbak Emma. Kalau memang pakai admin, saya mau Mbak ndaftar 😀

Nah, berhubung ini grup pakai Bahasa Inggris yang nggak begitu capcus saya kuasai, jadilah euforianya terbatas hanya pada yang empunya grup saja. Frekuensi membukanya? Ah, Cuma lihat notif aja kalau pas nyari-nyari quotes buat toko online buku saya. Aduh isin!

Tapi Alhamdulillah berkah Bulan Ramadan, hati saya tergerak untuk mengeklik notifikasi yang berbelas-belas jumlahnya. Sedikit ya? Yah, apa mau dikata, saya orangnya nggak begitu getol nganu di sosial media, bahkan untuk sosial media bacaan yang sejatinya lebih penting dari sekedar listening to, now watching, atau check in at pun saya enggan memanagenya.

Singkat cerita saya membuka satu persatu notifikasi tersebut dan mata saya tertumbuk pada salah satu thread yang berjudul ‘always ask the turtle’. Sepintas cukup aneh juga ya judul threadnya. Apa coba yang bisa kita pelajari dari kura-kura? Binatang lambat dan ndelilek. Kalau udah terbalik, yo nggak bisa balik badan sendiri. Uopooo coba kelebihan kura-kura?

Always Ask The Turtle

http://c.fastcompany.net/multisite_files/fastcompany/imagecache/1280/poster/2014/09/3036026-poster-p-1-5-ways-to-improve-your-listening-skills.jpg

Jadi, ‘always ask the turtle’ ini rupanya adalah salah satu kesimpulan di ending chapter 5 pada buku Gloria Steinem yang berjudul My Life on The Road. Di bagian akhir chapter 5 ini, Mbak Glo cerita kalau dia pernah ngambil jurusan geologi, padahal doi sendiri nggak begitu tertarik sama geologi, cuma sekedar fulfilling science requirement. Nah, one day, dia diajak sama dosennya ke sebuah lembah di Connecticut untuk melihat ‘meander curves’ (kira-kira: kelokan sungai) sebuah sungai yang berusia cukup tua. Yo jelas ae Mbak Glo nggak tertarik sama sekali, lha wong doi cuma sekedar aja ngambil geologi.

Layakya orang yang nggak begitu tertarik pada suatu objek, Mbak Glo nggak begitu fokus sama pengamatan saat itu. Alih-alih memandang ‘meander curves’ dan mendengarkan dosen ceramah, doi malah ngelihat tanah yang berlumpur. Karena pandangannya yang justru fokus sama lumpur, tiba-tiba doi nemu seekor kura-kura lumayan besar. Doi yakin banget kalau kura-kura tersebut menuju jalan raya.

Seperti kelembutan hati yang dimiliki oleh para profauna di luar sana, mit Ach und Krach (dengan susah payah) Mbak Glo langsung mengantongi kura-kura tersebut. Doi mikir ketimbang nanti dia remuk dilindas mobil-mobil yang sekarang ugal-ugalan bukan main. Di Connecticut mungkin juga ugal-ugalan.

Setelah menemukan kesempatan yang pas, Mbak Glo melepas kura-kura ini ke sungai dengan senyum sumringah dan pipi merona. Membuat setiap lelaki rela bahu bidangnya disandari sama Mbak Glo. Alah. Tapi kemudian dosennya yang diam-diam mengamati tingkah polah Mbak Glo ngomong kayak gini:

“You know,” he said quietly, “that turtle has probably spent a month crawling up in the dirt path to lay its eggs in the mud on the side of the road-you have just put it back in the river.”

Nah lho, sontak Mbak Glo dan saya yang pada saat kejadian tak berada di tempat  tentunya merasa tertohok dengan omongan Pak Dosen tersebut. Karena omongan tersebut Mbak Glo jadi sadar setelah bertahun-tahun kemudian bahwa baginya parable tersebut adalah aturan utama dalam ‘organizing’.

Karena bantuan komen teman-teman di Goodreads, Alhamdulillah saya tak perlu waktu bertahun-tahun untuk sadar bahwa sebelum bertindak untuk orang lain, kita harus tahu dengan pasti apa yang sebenarnya diinginkan orang tersebut. Apa kira-kira yang dia butuhkan? Nah, untuk mengetahui itu semua hanya dibutuhkan kemampuan untuk BERTANYA dan MENDENGAR yang mumpuni . Simple to (ngomonge)? Jadi, apakah kamu mau untuk selalu bertanya pada kura-kura terlebih dahulu?

 

 

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *