Lelaki yang menatap jendela

Hujan tak kunjung reda. Seorang lelaki berdiri di bawah pohon yang tak lagi lebat daunnya. Tetesan air hujan membuat tubuhnya mulai basah. Namun, ia tak bergeming. Matanya tak lepas dari sebuah jendela.

Di balik jendela itu, seorang gadis menatap keluar. Dia menatap ke arah sebuah pohon. Baginya pohon tersebut penuh kenangan. Matanya berkaca-kaca. Dia ingat akan seorang lelaki yang dulu sangat dicintainya. Mereka selalu menghabiskan waktu berdua di bawah pohon yang kini hampir tak berdaun itu. Mengobrol, membaca, atau hanya saling duduk diam merasakan sepoi hembusan angin. Pohon tua itu menjadi saksi ciuman pertamanya. Gugup, tapi penuh kehangatan. Bahunya bergetar. Kemudian dia menutup wajah dengan telapak tangan. Tak sanggup mengingat banyak kenangan yang telah dia lewati bersama lelaki itu. Lelah menangis dan menatap pohon yang tak lagi memberinya sensasi kesenangan, dia pergi dari jendela.

Sesosok lelaki di bawah pohon itu tetap menatap jendela, meskipun di sana tak ada siapa-siapa.

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *