La La Land: Cinta yang membuat menari dan mampu mengejar mimpi

Setelah tak henti-hentinya menyanyi karena Into The Woods, satu lagi film yang juga membuat saya terus bersenandung: La La Land. Dari judulnya saja, sudah bisa ditebak kalau film ini berbau musik. Ya, La La Land adalah film bergenre musikal.

Aura musikal La La Land dibangun semenjak opening. Sebuah lagu berjudul Another Day of Sun membuat tubuh secara otomatis bergerak mengikuti iramanya. Ah, andaikan di dalam bioskop boleh menari.

Setelah melihat pertunjukkan lagu dan tari, kemudian kamera menyorot tokoh utamanya, Mia (Emma Stone) yang sedang berlatih akting di dalam mobilnya di tengah kemacetan. Kemudian ia diklakson oleh Sebastian (Ryan Gosling) yang nggak sabar ingin segera meninggalkan kemacetan.

la_la_land_a_film_starring_emma_stone_and_ryan_gosling_1920
Sebastian & Mia [source]
Merekalah toko utama film La La Land. Nasib kedua tokoh ini bersinggungan lagi ketika Mia tiba-tiba mendengar dentingan indah piano dari sebuah restaurant. Tanpa pikir panjang, ia masuk ke dalam restarurant tersebut dan menemukan Sebastian yang tengah berdebat dengan pemilik restaurant.

Mia yang ingin mengapresiasi permainan Sebastian malam itu tak mendapat sambutan yang baik. Seb yang seorang pemain piano jazz sedang kalang kabut hatinya. Alih-alih menyambut Mia, ia malah menabraknya.

Garis pertemuan mereka bersilang lagi pada sebuah pesta. Dari sinilah percik-percik asmara kedua tokoh mulai dibangun. Lewat lagu A Lovely Night, mereka mengungkapkan rasa ‘jual mahal’ masing-masing. Namun karena ini film romantis, keduanya pun akhirnya jatuh cinta.

3063128-poster-p-1-emma-stone-melts-our-hearts
Sebastian dan Mia Menari [source]
Lewat La La Land kita diingatkan lagi tentang cinta dan mimpi-mimpi. Cinta membuat kita melayang-layang sampai ke luar angkasa. Namun, cinta juga nggak sungkan menorah luka yang sakitnya tak terperi.

Cinta seperti musik jazz, yang kadang mampu membuat kita terlena dan ingin menari. Namun, kadang juga membuat kita sedih dan ingin menangis. Begitu pula cinta. Ritmenya naik turun. Kadang membuat bahagia, kadang menimbulkan duka.

Meskipun begitu, cinta membuat kita mampu mengejar mimpi-mimpi. Kita rela merubah impian-impian demi cinta. Cinta pulalah yang mampu membuat kita tetap berada di atas rel dan akhirnya mampu menwujudkan mimpi yang telah lama kita rajut.

P.S: tahan diri untuk tidak menari dan bertepuk tangan di dalam bioskop ya!

 

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *