Coban Rondo, destinasi wisata hits yang menyimpan kisah romantis sekaligus sadis

Gimana-gimana? Otak dan tubuh masih kuat bekerja? Biasanya sih kalau di tengah-tengah minggu gini, fokus sudah mulai menurun. Bawaannya udah kepengin liburan aja. Ya nggak?

Kalau iya, nih saya punya satu tempat yang recommended untuk kamu kunjungi di akhir pekan nanti. Coban Rondo. Objek wisata air terjun ini terletak di Pujon, Batu, Malang. Coba kamu search di google maps, pasti ketemu deh! Baru pertama kali ke sini, kesan kecewa nggak mampir di hati saya. Coban Rondo menyuguhkan pemandangan alam yang asri dan hawa dingin khas Kota Batu yang cocok untuk mengisi liburanmu.

Ada apa aja sih di Coban Rondo sana?

Memakan perjalanan yang lumayan jauh menuju air terjun Coban Rondo. Medan selama perjalananpun bisa dikatakan cukup sulit, karena jalanannya berbatu dan kontur tanah yang nggak rata. Nggak perlu khawatir! Medan yang bikin kamu serasa naik roller coaster itu nggak bakalan kerasa berkat panorama apik sepanjang jalan. Di sisi kanan dan kiri jalan, pepohonan tinggi menjulang. Rimbunnya pohon tersebut membuat kamu terhipnotis dan eh, tau-tau udah sampai di depan air terjunnya.

wana-wisata-coban-rondo
Fasilitas wisata air terjun Coban Rondo

Di area wisata Coban Rondo ini, kamu nggak hanya bisa melihat air terjun saja, tapi ada juga beberapa mainan outdoor yang bisa kamu coba. Beberapa diantaranya adalah flying fox seharga 30K, shooting target hanya 10K saja, dan menikmati gorengan khas Malang. Kamu juga bisa nongki-nongki cantik di Dancok Kafe dan menelusuri hutan dengan mengendarai ATV. Atau bisa juga main petak umpet di labirin. Seru banget kan? Sayangnya saya belum berkesempatan main-main di labirin dan saking asyiknya menikmati pemandangan alam di sana, saya sampai lupa tanya biaya naik ATV. Yang tau, bolehlah share di komentar!

Oh iya, sedikit tips buat kamu yang mau menghabiskan akhir pekan di sana, jaga barang bawaan ya, terutama makanan. Populasi monyet di Coban Rondo masih lumayan banyak. Mereka ini sangat tertarik dengan kantong plastik yang berisi makanan, jadi kadang ada monyet yang usil narik-narik bawaan kita. Kalau mau ngusir, cukup pakai mulut aja, jangan dengan kekerasan ya! Lebih baik lagi kalau kamu ngasih mereka makanan.

Kisah cinta romantis sekaligus sadis di balik nama Coban Rondo

Di balik hawanya yang dingin dan alamnya yang asri, nama Coban Rondo sendiri punya latar belakang yang so sweet, sekaligus nyelekit. Sebelum saya cerita, siapkan dulu ember dan saputangan. Yuk!

Alkisah dahulu kala ada sepasang pengantin baru bernama Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusuma. Biasalah,namanya pengantin baru pasti pengin punya ‘we time’ untuk mesra-mesraan dan … tahulaaaaah.

air-terjun-coban-rondo
Air terjun Coban Rondo

Nah biar ‘we time’ itu semakin khusyu’, Dewi Anjarwati mengajak kang masnya pergi ke Gunung Anjasmoro. Keinginan Dewi Anjarwati ini ditentang oleh orang tuanya, mengingat usia pernikahan mereka yang masih menginjak tahap selapan. Masih ora ilok kalau bepergian jauh. Yah, namanya penganten baru, hasrat untuk berduaan yang tak tertahankan membuat Dewi Anjarwati nekad pergi ke Gunung Anjasmoro.

Tak dinyana, kenekadan Dewi Anjarwati berbuah petaka. Di tengah jalan, saingan Raden Baron, Joko Lelono menghadang mereka. Apa lacur, perkelahian pun tak terelakkan. Berlangsung dengan sengit, pertarungan tersebut berujung dengan kematian dua pejantan tangguh itu. Lalu di manakah Dewi Anjarwati?

Sebelum adu jotos, Raden Baron berpesan pada punggawanya agar menyembunyikan Dewi Anjarwati di sebuah coban atau air terjun. Titah tersebut dituruti oleh sang pelayan. Dewi Anjarwati menanti kehadiran sang pujaan hati di sebuah coban. Sayangnya suami Dewi Anjarwati telah tiada. Ia menyandang predikat janda. Namun, ia dengan setia menunggu Raden baron di coban persembunyiannya. Karena itulah, coban tempatnya menunggu Raden Baron dinamakan Coban Rondo.

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *