‘Momok’ yang bikin kehidupan setelah pernikahan jadi suram

Kata siapa nikah itu bikin bahagia? Sampeyan dibohongi. Kehidupan setelah pernikahan itu sama aja, ada suka ada duka, tapi memang banyak sukanya, tapi jangan abaikan dukanya. Halah! Bukan bermaksud menakut-nakuti yang belum membina bahtera rumah tangga lho ya, tapi memang begitu adanya.

Saya yang sudah pengalaman (hmmmm congkak) ini sudah merasakannya. Maksudnya momok dalam kehidupan setelah pernikahan di sini bukan berwujud mertua lho ya, eh, tapi beberapa pertanyaan yang menyayat hati.

Sekarang begini, pasca nikah apakah sampeyan pernah ditanyai, ‘Kapan punya momongan?’ Saya yakin sejuta dari sejuta orang pasti ditanyai ini dalam kehidupan setelah pernikahannya. Ya to? Terus rasanya bagaimana? Senang? Sedih? Geram? Atau biasa saja? Kalau saya sih, senyum kecut terus melengos. Kalau sampeyan bagaimana?

Itu baru satu contoh momok dalam kehidupan setelah pernikahan. Lainnya? Masih ada lagi, monggo disimak.

Tambah gemuk sekarang

Perubahan setelah menikah memang tak bisa dihindari. Rajin mandi, rajin keramas, dan rajin makan itulah yang sering tejadi. Walhasil tubuh tumbuh ke samping. Bagi beberapa pria sih, oke-oke saja. Tanda bahagia katanya. Namun, bagi wanita? N-E-R-A-K-A!

Wanita memeluk timbangan

Kalau bertemu teman wanita yang semakin ‘segar’ setelah menikah, jangan berani-berani menancapkan sembilu dengan berkata, ‘sampeyan tambah gemuk sekarang’. Bisa jadi sesampainya di rumah, ia berdiri berjam-jam di depan cermin dan matanya berkaca-kaca. Oh, ini akibat mulut sampeyan yang berbisa.

Lalu sampeyan harus bagaimana? Menurut hemat saya, puji saja dia. ‘Hmmmm tambah cantik setelah nikah, rahasianya apa?’ Pasti dia berbisik lirih, ‘Cuma pakai shampoo’. Sampeyan mungkin geregetan, tapi kemudian tawa renyah meledak. Lebih indah bukan?

Anaknya sudah berapa?

Anak-anak

Huwaduh! Ini namanya cari perkara. Lha wong ditanya kapan punya momongan aja udah mau keluar tanduknya, lha kok ini berani tanya jumlah anak. Bener-bener ya. Maunya apa? Kan punya anak berapa aja urusan saya? Lho kok saya yang emosi jiwa?

Sampeyan ngerti ndak? Nggak semua orang menikah dengan tujuan utama punya momongan. Bisa jadi mereka ini hanya ingin mewujudkan impian sederhana ingin bersama. Jadi, urungkan niat sampeyan melontarkan pertanyaan tersebut. Lebih baik mendoakan yang terbaik saja dalam hati.

Nah, itulah kiranya beberapa curhat terselubung yang ingin saya sampaikan. Pesan saya sih, kalau nanti sampeyan menemui momok-momok seperti di atas, senyum aja dan katakana dengan lantang, ‘mungkin ini ujian’. Dijamin, yang tanya akan heran dan tersenyum garing.  Kira-kira, ada lagi nggak momok-momok lain yang muncul dalam kehidupan setelah pernikahan?

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *