Silence, tentang kepercayaan dan arti simbol-simbolnya

Belakangan ini kepercayaan menjadi hal yang sangat sensitif. Yah, seperti kita lihat di media belakangan ini itu lho. Soal Si Anu yang lagi heboh. Ah, udah lah nggak perlu ikut-ikutan bahas Si Anu. Toh ia juga nun jauh di sana.

Daripada bahas Si Anu, mending saya kasih sampeyan rekomendasi film yang berhubungan dengan kepercayaan. Dengan menonton film ini semoga kita semua semakin terbuka mengenai hal prinsipil ini. Yak, film yang ingin saya bahas kali ini adalah Silence.

Padre Garuppe dan Padre Rodrigues

Disutradarai oleh Martin Scorsese, Silence bercerita mengenai perjalanan 2 orang pemuka agama Katolik ke Jepang untuk menemukan rekan mereka. Bersetting pada abad ke-17, perjalanan Padre Rodrigues (Andrew Garfield) dan Padre Garupe (Adam Driver) nggak seperti pelesir kekinian. Mereka harus sembunyi-sembunyi dari para penduduk lokal yang tengah berburu umat Katolik di sana. Boro-boro deh menikmati pemandangan deburan ombak dan hutan yang tersaji di Silence.

Kalau saya tangkap, film ini berkisah mengenai hubungan penuh polemik antara kaum mayoritas dan minoritas. Nggak bisa dipungkiri lagi, kaum minoritas selalu tertimpa apes. Sama seperti pemeluk Katolik di Jepang saat itu. Mereka harus sangat berhati-hati dalam mempraktikkan kepercayaan Katolik. Kalau sampai ketahuan, mereka bakalan dipaksa murtad sampai disiksa hingga menghembuskan napas terakhir.

Di sinilah ketegaran kedua pemuka agama tersebut diuji. Apakah mereka tetap mempertahankan iman atau melepasnya demi menyelamatkan nyawa orang lain? Bener-bener pilihan yang sulit.

Pengakuan dosa Kochijiro

Menyaksikan fim Silence sendiri bikin saya tergelitik. Ada beberapa scene yang seakan-akan mencoba menyadarkan kita, bahwa seorang pemuka agama itu juga manusia biasa. Lewat scene makan misalnya, di saat para jemaat sibuk berdoa sebelum makan, Padre Rodrigues dan Garupe malah langsung melahap makanan yang tersaji. Manusiawi kan kalau seorang pemuka agama lupa berdoa sebelum makan?

Selain itu, tokoh Kochijiro juga membuat kita menimbang-nimbang kembali apakah arti sebuah simbol keagamaan. Tokoh ini berkali-kali murtad dengan menginjak gambar Yesus, tapi hatinya tetap teguh memegang kepercayaan. Lalu apa arti simbol-simbol keagamaan?

Film Silence yang benar-benar ‘silence’ ini bisalah dipake bahan untuk merenungi segalanya yang berhubungan dengan kepercayaan, meskipun sampeyan kudu bersabar nonton film yang hampir berdurasi 3 jam ini. Tapi, tenang Rodrigo Prieto selaku penata gambar akan membuat sampeyan terpukau dengan alam Jepang.

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *