Moonlight, potret kehidupan korban bullying

“Cong! Bencong!”

Percayalah olokan itu sudah kenyang saya makan mulai dari SD sampai SMA. Yah, memang saya yang agak gemulai ini sering membuat bingung orang, lanang ta wadon? Nggak semua orang sih memang yang meneriaki saya dengan kata ‘bencong’, masih ada beberapa yang bisa have fun dan hahahihi bersama saya. Alhamdulillah. Ah, kok jadi curhat!

Saya mau cerita kalau hal serupa juga dialami sama tokoh Chiron dalam film Moonlight. Film peraih Oscar ini bercerita mengenai seorang anak yang sedari kecil hidup dalam sebuah lingkungan yang keras. Chiron yang pendiam kerap kali mendapat teriakan ‘gay’, ‘banci’, dan makian kasar lainnya.

Di rumah pun ia tak mendapat kasih sayang dari ibunya. Sang ibu malah mencari kesenangan sendiri dengan mengonsumsi narkoba. Ah, melihat nasib Chiron membuat saya mengelus dada dan bersyukur masa kecil saya nggak separah dia.

Namun, di gundukan pasir kadang terselip sebuah berlian. Di tengah kehidupannya yang penuh dengan kaum antagonis, Chiron masih dipertemukan dengan makhluk so sweet. Mereka adalah Teresa dan Juan. Mereka inilah tempat Chiron berpulang ketika ia dilanda kegalauan karena diusir dari rumah oleh sang mama.

Chiron juga memiliki sahabat bernama Kevin yang mengajarkannya untuk melawan saat ia dibully. Karena itulah, ia akhirnya bangkit dan melawan pembully-nya. Sayangnya, hubungan mereka terpuruk karena sesuatu hal. Akhirnya mereka berpisah selama bertahun-tahun.

Moonlight menyentil cara kita memperlakukan seseorang yang ‘berbeda’. Nggak pantas lho mengata-ngatai orang dengan maki-makian di atas. Garis besarnya, perbullyan hanya akan merugikan banyak orang. Diri sendiri dan orang lain. Terlebih pada korban bullying, mereka bisa minder seumur hidup. Ah!

Mengetahui tema yang diusung Moonlight, pantaslah kalau film ini meraih Best Picture pada perhelatan Oscar beberapa hari yang lalu. Moonlight memotret kehidupan keras orang-orang berkulit hitam serta lika-liku LGBT diantara mereka.

Moonlight dibagi menjadi 3 bagian yang menceritakan masa kecil Chiron hingga ia beranjak dewasa. Masing-masing aktor memerankan dengan baik karakter Chiron yang penuh kegalauan. Kalau melihatnya, pasti sampeyan ikutan dibuat galau oleh orang-orang ini.

Scene yang menjadi favorit saya adalah saat Chiron mengaku, bahwa ia tak pernah ‘berhubungan’ dengan orang lain sejak Kevin menyentuhnya. Di situ akting Trevante Rhodes sangat ciamik soro! Gejolak emosi takut, ragu, nyesek, dan lega terlukis secara campur aduk dalam wajahnya. Bingung membayangkan? Tonton sendiri waelah.

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

4 Comments

  1. setiap orang pasti punya celah untuk dibully… karena tidak ada seorangpun yang sempurna dan tidak semua orang menyukai kita… u’re not alone

    Hmmm…pingin nonton filmnya…

  2. every one has its own value in society..God has created everyone different and we should respect that…well as an individual we should stand against bullying and the following ways are to stop bullying:

    Stand up for people who are bullied. Bullies often want an audience and approval.
    Take an anti-bullying pledge. …
    Take action. …
    Talk to other kids. …
    Talk to your teachers or principal. …
    Talk to your parents or guardians. …
    Speak (and write) up! …
    Get creative.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *