5 Hal nggak asyik yang jangan sampai sampeyan posting di sosial media

Kiprah sosial media sudah nggak diragukan lagi, eksis! Siapa pun pasti punyak satu atau beberapa akun sosial media. Jarang banget nemu orang yang cuma eksis di satu platform sosial media aja, pasti ada pula benih yang ditabur di sana sini *lho*.

Postingannya pun beragam, ada yang suka bikin foto-foto OOTD, check in sana-sini, kutipan-kutipan inspiratif, ulasan singkat dan masih banyak lagi. Adapun yang nggak sungkan menceritakan problema kehidupannya di sosial media.

Bukannya ngelarang curhat di sosial media nih, cuman saya kadang ya agak gimana gitu kalau baca postingan gegalauan. Di samping itu, bergalau ria di sosial media juga nggak ada gunanya, sama kayak begadang. Kata Bang Rhoma kan itu nggak ada artinya. Coba deh telaah lagi, apakah postingan sampeyan sudah ada artinya? Kalau kata Mbak Gina, biar sosial media kita bermanfaat jangan posting hal-hal yang nggak asyik kayak gini nih.

1. Nyinyirin atau ngomongi orang lain

Bisik-bisik

Rumpik itu lebih asyik kalo dibicarakan sambil bisik-bisik. Cobalah kalo gak percaya. Haha. Lakok nyuruh yang nggak-nggak. Ini yang harus sampeyan hindari sekuat tenaga, jangan sampai bicarain orang atau nyinyir di sosial media. Selain uneg-uneg nggak tersampaikan, ya kok eman-eman jempol ini buat ngetik begituan, mending buat tasbihan *tsah*.

Kalaulah ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi. Kalau saya ada masalah sama abang, yuk bang duduk sini. Lebih baik begitu.

2. Sharing foto atau video syur sama sesayangan

Romantisan vulgar

Jadi orang yang romantis itu pasti membanggakan pasangan, ya to? Pasangan mana yang nggak klepek-klepek kalau setiap saat diguyur hal-hal yang berbau romantis? Dikit-dikit bilang sayang, dikit-dikit bilang cinta, dikit-dikit muah-muah, dikit-dikit cekrek, dikit-dikit sharing kemesraan. Eits! Yang belakangan ini nggak asik kalau dilakukan secara berlebihan. Ada beberapa hal romantis yang sebaiknya tetap disimpan berdua saja.

Berbagi hal-hal yang romantis gak ada salahnya memang. Siapa sih yang nggak pengen berbagi kebahagiaan? Yang ngeliat pun pasti bakalan ikut suka kalau memang konten romantisnya positif. Lha kalo yang dishare video bangun tidur sama sesayangan terus pake jilat-jilat jidat? Aduh!

3. Mengeluh, mengeluh, dan mengeluh

Pusing

Yah, yang namanya hidup nggak bisa lepas dari kesusahan. Sebagian orang bisa dengan tabah menghadapi cobaan, sebagiannya lagi butuh sandaran, beberapa butuh…. SOSIAL MEDIA. Ya! Percaya nggak percaya, ada lho yang sering mengeluhkan segala hal di sosial media. Yo nggo opo coba? Apa bisa meyelesaikan masalah dengan mengeluh di kolom status? Sampeyan pasti sudah tau jawabnya to?

Selain nggak menyelesaikan masalah, kebanyakan mengeluh di sosial media juga bikin judeg yang baca. Akhirnya banyak yang unfriend atau unfollow. Berkurang kan? Yaaaah, kans laris job review menipis dah. Haha.

4. Sharing artikel-artikel HOAX dan nggak mutu

Sudah share hoax?

Gampangnya berbagi informasi saat ini punya sisi positif dan negatif. Positifnya, kita jadi tetep keep up dengan segala macam hal, negatifnya informasi juga banyak yang nggak difilter. Begini, ramainya arus informasi yang bikin kita stay up to date ini mengandung celah. Ada informasi yang sahih adapula yang abal-abal, kita biasa menyebutnya dengan Ahok, eh HOAX. Maap-maap, nggak maksud apa-apa.

Nah, artikel atau informasi yang HOAX ini biasanya bungkusnya memikat dan akhirnya memperdayai kita. Jangan langsung semangat share, lakukanlah riset dulu dan tanya sana-sini. Pastiken informasi tersebut benar adanya. Sebel tauk kalau ada orang yang sebar HOAX dan artikel-artikel nggak mutu!

5. Posting gambar ‘iyuwh’

Berdarah-darah

Citizen journalism saat ini juga sedang tren. Siapa saja bisa menjadi wartawan dan langsung mewartakan segala kejadian secara live. Thanks Instagram Live! Selama isinya positif sih nggak apa-apa, tapi kalau ditambah disturbing picture? Aduh tunggu dulu!

Nggak semua orang tahan dengan gambar korban kecelakaan berdarah-darah, jari ketusuk paku, kaki borokan, dan raimu. So, pertimbangkan dulu sebelum memposting gambar. Kasihan kalau sampai ada yang seblaknya keluar dari perut.

Keleluasaan mengungkapkan segala hal di sosial media jangan sampai bikin kita terlena. Ingat, segala hal akan dimintai pertanggungjawaban. Mungkin kita nggak akan dihukum gara-gara posting hal-hal yang sudah disebutkan di atas, tapi reputasi kita taruhannya. Berhubung artikel ini bernilai positif, silahkan dibagi-bagi. Hehe. Tabik!

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *