Candi Sumberawan, wisata legendaris dan penuh mistis di Singosari

Candi Sumberawan

Ramadan sebentar lagi. Nggak kerasa to? Jadi puas-puasin sekarang main-main maksiatnya. Kayak saya kemarin gitu lho. Nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba mbolang ke Sumberawan. Di manakah itu?

Sumberawan ini letaknya ada di Singosari, Malang. Lokasi pastinya agak susah dijabarkan sih, soalnya masuk-masuk gitu ke perkampungan penduduk. Namun, keep calm nggak perlu panik, ada papan petunjuk menuju ke obyek wisata ini kok. Asalkan nyetir pelan-pelan dan awas akan petunjuknya, pasti nyampe. Ibarat pepatah Jawa, alon-alon pokok kelakon.

Sumberawan, wisata lama rasa baru

Lokasi hammock Sumberawan
Lokasi hammock Sumberawan

Sebenarnya ini adalah kunjungan pertama kali saya ke Sumberawan. Namun bagi partner (baca: istri), ini adalah yang berulang kali. Secara doski penduduk lokal cyin. Jadi saya tahu perbedaan Sumberawan dulu dan kini dari blio.

So, saat ini Sumberawan sudah menjadi lokasi wisata yang keren beken. Hutan pinus yang dulunya hampa kayak hatimu, kini disulap menjadi apik dengan adanya hammock warna-warni. Saya yang notabene suka warna stabilo-stabilo gitu ya mencak-mencak dong pas tau ada hammock warna pink, oranye, dan hijau ngejreng.

Suasana di Sumberawan ini mirip sekali dengan Omah Kayu, seger dan hijau. Yang jadi perbedaan mencolok adalah suhunya. Di Omah Kayu tentu saja lebih sejuk dan lama-lama bikin menggigil, tapi di Sumberawan sejuknya pas.

Sumberawan, tempat makan rujak enak murah meriah

Kurang pas rasanya, kalau pergi ke sebuah lokasi wisata tanpa icip-icip kuliner. Nah, kalau sampeyan berkunjung ke Sumberawan, cobalah rujak uleg dan tahu bumbu yang hemmmmm sedap!

Sesaji candi Sumberawan
Sesaji candi Sumberawan

Ada beberapa warung di lokasi wisata Sumberawan. Kemarin saya beli rujak di warung yang dekat dengan patung cobek dan uleg-uleg besar. Harga rujak dan tahu bumbunya juga murah banget, sepiring dihargai 8 ribu rupiah saja. Menikmati rujak sambil memandang pepohonan dan rerumputan hijau itu menyenangkan sekali. Jadi ingat akan iklan TV swasta yang setting tempatnya di persawahan itu lho. Saking asyiknya menikmati rujak dan tahu bumbu, saya sampai lupa foto makanannya. Maafkan.

Candi Sumberawan, tempat singgah Raja Hayam Wuruk

Papan informasi Candi Sumberawan
Papan informasi Candi Sumberawan

Atraksi utama dari wisata Sumberawan adalah stupanya. Sebenarnya saya sendiri bingung, banyak orang yang menyebut Candi Sumberawan, tapi pas saya lihat dengan mata kepala sendiri kok nggak candi. Nah, itulah gunanya papan informasi. Begitu saya baca, Sumberawan adalah candi yang berbentuk stupa. Itulah gunanya papan informasi, agar kita nggak selfi-selfian melulu tahu.

Candi Sumberawan
Candi Sumberawan

Candi ini awalnya ditemukan pada tahun 1904, 1928, 1935, dan dilakukan pemugaran pada tahun 1937. Candi purbakala ini awalnya bernama Kasurangganan, sebuah tempat yang pernah disinggahi Raja Hayam Wuruk saat blio berkeliling nusantara. Melihat bentuknya yang nggak mempunyai tangga naik atau ruangan di dalamnya, candi ini berfungsi sebagai tempat pemujaan agama Buddha.

Kisah mistis yang menyelubungi Candi Sumberawan

Membicarakan suatu lokasi bersejarah, kurang seru kalau nggak disertai cerita misterinya. Cerita misteri kali ini berasal dari penuturan partner saya. Semasa kecil ia sering mendegar desas-desus, saat malam hari di lokasi Candi Sumberawan terdengar tangisan bayi. Aduh merinding.

Sebabnya? Dulu ada seorang wanita yang pernah kesurupan di lokasi Candi Sumberawan ini. Si mbaknya berteriak-teriak nggak karuan lazimnya orang kesurupan. Pada akhirnya makhluk halus yang merasuki tubuhnya mau pergi dari dalam tubuh si mbak, tapi dengan syarat sebuah tumbal. Si makhluk halus meminta bayi si mbak. Walhasil dengan pedih, si mbak membunuh bayinya.

Lokasi perkiraan tumbal bayi
Lokasi perkiraan tumbal bayi

Cara membunuhnya pun sangat sadis. Si bayi ditumbuk hingga meninggal. Sejak saat itu setiap malam, tempat untuk menumbuk bayi tersebut tiba-tiba mengeluarkan darah sedikit demi sedikit dan kemudian terdengar tangisan pilu seorang bayi. Ada lagi sih sebenarnya cerita terbaru yang dialami oleh partner saya dan teman-temannya, tapi saya terlanjur merinding mau nulisnya. Merinding disko!

Terlepas dari benar tidaknya kisah misteri yang menyelubunginya, Candi Sumberawan sangat menarik untuk dikunjungi. Lokasinya yang asri bikin pikiran jernih. Belum lagi kalau sempat tidur-tiduran di hammock, surga deh pokoknya! Lokasi Candi Sumberawan dibuka mulai jam 07:30 sampai 16:30, sedangkan lokasi hammock dan hutan pinusnya buka sampai malam. Tarif masuknya murah meriah, cuma 5 ribu rupiah. Untuk masuk ke candinya, cukup mengisi buku tamu dan uang perawatan sukarela.

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

12 Comments

  1. Tempatnya sudah terdeteksi GPS kan? Tapi pernah sih mengandalkan GPS tetap tersesat. Btw wisata Malang nggak ada habisnya ya. Bahkan dibuat semakin menyenangkan para pengunjung.

    1. Barusan cek sih udah mbak, tapi jangan gantungkan nasib padanya. Ikuti petunjuk jalan dan tanyak aja. Hehe. Iyaaaaa, jadi seneng² galau gitu ya. Hahahaha

  2. aq ke sini kalau lagi sendiri
    baru beberapa waktu ini agak rame karena dikelola baik
    dulu saya sering jadi satu2nya pengunjung -_-
    candi ini udah wingit banget mas, tapi entah kenapa aku suka
    selain tumbal bayi, yang bikin horor pas asyik liatin candi, eh bahu ditepuk
    ternyata mbak2 penjaga candi dengan nada dingin ngingetin buat bayar retribusi

    1. Wah mas, jangan sering² menyepi di sana lhi. Bahaya. Kekekekek. Btw mas, cerita mistis yang ditepuk mbak² itu serem banget. Merinding sumpah!

  3. Tahun 2015 aku pernah kesana krn ikut kelas yoga brg temen2ku. Pas pagi suasananya adem ayem sih. Agak siang ada rombongan anak SD lagi wisata gitu jadi agak rame. Tp kalo tau ada cerita serem kyk gitu kyknya aku gk kesana lagi deh. Takuuuuttttt

    1. Boleh dicoba mbak. Kalau soal petirtaan aku gak yakin ada. Haha, tapi ya ada orang mandi² sih kemarin itu di sana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *