Voice: Mengungkap pembunuh psikopat sekaligus sindikat mafia kelas kakap

Saya sempat bosen nonton drama Korea yang kebanyakan cecintaan mulu. Habisnya, setelah nonton nggak makin bahagia, tapi muak. Yes! Muak dengan percintaan yang ngono-ngono wae. Hehe, tapi kemarin sempet ngikutin Goblin sih *ditoyor*. Selain itu, saya juga kurang cocok dengan pace drama Korea. Episode awal-awal semuanya berjalan cepat, tapi begitu sampai episode pertengahan jalannya cerita mulai melambat. Namun, lama-kelamaan kangen juga menyaksikan drama dari negeri ginseng ini.

Akhirnya setelah sekian lama nggak nonton drakor (drama Korea), beberapa hari yang lalu saya nonton Voice. Pilihan saya come back nonton drakor lewat Voice ini rupanya nggak salah. Voice adalah sebuah drama bergenre thriller kriminal yang lumayan seru untuk diikuti.

Tersebutlah seorang detektif kepolisian bernama Moo Jin Hyuk (Jang Hyuk) yang karirnya cemerlang karena doi handal memecahkan kasus-kasus kriminal. Hidupnya berubah 180 derajat setelah istrinya terbunuh oleh seorang psikopat. Bersamaan dengan kematian istri sang detektif, ayah Kang Kwon Joo (Lee Ha-Na), seorang operator telepon darurat, juga meninggal di lokasi yang sama.

Baca Juga: Kamu yang masih muda perlu belajar dari Ji Eun Tak, Si Pengantin Goblin

Hari-hari berlalu, Kang Kwon Joo sukses menjadi voice profiller yang piawai dalam mengenali berbagai macam suara dalam jarak dekat maupun jauh. Ia merekrut Moo Jin Hyuk dalam sebuah tim bernama golden time demi kelancaran penyelamatan korban tindakan kriminal. Diam-diam Moo Jin Hyuk dan Kang Kwon Joo menyelidiki siapa pembunuh dua orang yang mereka cintai tersebut.

Kejadian-demi kejadian membawa mereka lebih dekat pada tersangka pembunuhan. Bersamaan dengan hampir terungkapnya siapa pembunuh ayah dan istri mereka, kejahatan yang lebih besar pun terkuak. Moo Jin Hyuk dan Kang Kwon Joo tak hanya berurusan dengan seorang pembunuh berdarah dingin, tapi juga monster gurita yang memiliki hubungan dengan banyak hal.

Voice memiliki jalan cerita yang menarik untuk disimak. Setiap kasus kriminal yang disajikan memberi bocoran-demi bocoran tentang apa yang sebenarnya terjadi. Voice juga cukup berbaik hati dengan memberi beberapa kasus kriminal yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan kisah utama sebagai selingan agar penonton nggak bosan. Cara tersebut berhasil menambah ketegangan yang memang sengaja dibangun semenjak episode pertama.

Baca Juga: Slentingan Nyelekit Tentang Waktu di Alice Through the Looking Glass

Kelebihan Voice lainnya adalah kemampuan para sineasnya membuat kita penasaran saat sampai pada akhir tiap episode. Mereka selalu membuat ending yang menggelitik rasa penasaran, sehingga bikin nggak sabar untuk segera lanjut ke episode berikutnya. Namun tak ada gading yang tak retak. Sayang sekali nasib tersangka pembunuhan di akhir cerita membuat Voice gagal mencapai predikat sempurna.

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

2 Comments

  1. Waduh. Aku sebenarnya suka nonton detektif2an gitu tapi ini menakutkan kayak film horor gak ? Soalnya aku penakut kalo nonton film honor sukanya sembunyi di balik selimut. Hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *