Kisah cewek canggung dan cowok aneh berburu perampok

So, saya sudah lama banget nggak nonton film-film yang tak nangkring di 21. Sebut saja film-film yang masuk deretan festival seperti Sundance. Karena rindu yang sudah lama terperam dengan film-film semacam itu, akhirnya saya googling-googling dah dan nemu satu film berjudul I Don’t Feel At Home In This World Anymore. Fuih~ panjang juga judulnya, disingkat IDFAH aja ya.

IDFAH berkisah mengenai seorang cewek awkward yang apes karena rumahnya dirampok.Salah satu barang yang katut dicuri adalah peralatan perak peninggalan neneknya. Doi nggak terima dong dan memutuskan buat nguber siapa perampok yang menyatroni rumahnya.

IDFAH sendiri dikemas dengan humor yang mengocok perut. Tokoh utamanya, Ruth (Melanie Lynskey) adalah seorang cewek canggung yang bekerja sebagai suster. Ia merasa nggak begitu diterima di lingkungan sosial. She hates every one.

Ruth yang hidup sendiri kemudian bertemu dengan Tony (Elijah Wood). Sebelas duabelas dengan Ruth, Tony adalah seorang nerd atau cowok aneh. Berdua mereka berkelana demi keadilan.

IDFAH sendiri, meskipun mengandung muatan humor akut, banyak menyoroti fenomena sosial, seperti misalnya orang yang cuek bebek ketika menjatuhkan barang di supermarket, menelikung saat mau bayar ke kasir, dan tak menggubris rambu-rambu atau papan tanda. Semua hal tersebut membuat Ruth KZL.

Belum lagi saat laporannya nggak begitu digubris oleh detektif setempat (Gary Anthony Williams). Di tengah penemuan jejak kaki, si detektif malah curhat masalah rumah tangga. Lak hamsyong a!

Lynskey dan Wood adalah perpaduan yang apik dalam IFDAH. Nggak heran sih, sebagai aktor yang sering dapat peran aneh, Wood cocok banget jadi weirdo berkacamata dan berkuncir panjang. Jangan lupakan juga kegilaannya pada hal-hal yang berbau ninja. WKWKWK. Ngakak sendiri kalau inget adegan Wood nantangin seorang cowok yang dikira perampoknya.

Berbungkus humor, IDFAH adalah sebuah film serius tentang bagaimana cara kita seharusnya bersikap pada orang lain. Nggak peduli orang tersebut aneh atau normal, selayaknya kita tetap menghormatinya. Mereka juga manusia, punya rasa punya hati, kalau kata Seurieus. Suatu saat mereka bisa meletup dan hemmmmm… jangan macam-macam.

IDFAH juga menunjukkan betapa berharganya sebuah barang peninggalan, kadang kita rela mati untuk melindunginya. Bukan perkara harganya sih, tapi memori akan orang yang meninggalkan barang tersebut. Precious!

Satu kutipan yang sangat mengena dalam IDFAH ini:

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *