Pengabdi Setan, penuh jump scare yang bikin susah tidur

I love to challenge myself, karena itu kemarin pas bingung mau ngapain tiba-tiba motor ini melaju ke bioskop dan nonton Pengabdi Setan. SENDIRI. Iya, sendiri. Di studionya sih rame-rame. Haha. Bagi aku yang penakutnya naudzubillah ini, nonton film horror sendirian dan tanpa sedikit pun menutup mata adalah sebuah pencapaian yang patut dirayakan.

So, let me tell you about Pengabdi Setan and my experience. Pengabdi Setan adalah remake film horror tahun 1980 yang disutradarai oleh Joko Anwar. Menceritakan sebuah keluarga dengan keadaan terpuruk secara finansial karena ibunya yang seorang biduan menderita sakit parah selama 2 tahun. Sang ibu hanya bisa terbaring lemah di ranjang. Sementara sang ayah, untuk menopang kehidupan keluarga dan pengobatan si ibu harus rela menggadaikan rumah.

Tak lama kemudian si ibu pun berpulang, disusul kepergian sang nenek dengan sebab yang aneh. Sehari setelah kepergian Ibu, ayah harus pergi ke kota untuk menyelesaikan sebuah urusan. Sepeninggal Ayah ke kota, keempat anak yang tinggal di rumah besar nan tua ini mulai mengalami kejadian-kejadian aneh. Mulai dari melihat bayangan sebuah sosok di cermin hingga radio yang tiba-tiba berganti saluran tiba-tiba dan memutar lagu mendiang Ibu.

Keanehan tak berhenti di situ saja, gangguan-gangguan yang berhubungan dengan Ibu pun mulai bermunculan. Mulai dari bunyi lonceng yang biasanya digunakan Ibu untuk memanggil, hingga penampakan Ibu yang minta disisir rambutnya. Godaan setan pun mulai merasuk ke anak nomor 3, Bondi. Setelah menyaksikan kematian nenek yang tak lazim, Bondi mulai meracau tentang pembunuhan.

Kelakuan Bondi tersebut tak ayal membuat si bungsu, Ian, ketakutan setengah mati. Bocah berumur 7 tahun ini mulai was-was ketika dekat dengan Bondi. Sampai suatu ketika, Ian melakukan sesuatu yang membuat seluruh keluarganya tercengang.

Bersetting tahun 1980 an Pengabdi setan berhasil membuatku merinding mulai dari kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki. Jump scare demi jump scare bermunculan mulai dari yang biasa hingga paling seram. Puncaknya ada di menit-menit terakhir saat film akan berakhir. Percayalah! Di menit-menit tersebut bulu-bulu romamu bakalan berdiri dan nggak akan duduk sampai adegan tersebut berakhir.

Selain ditangani oleh sutradara yang kemampuannya tak perlu diragukan lagi, Pengabdi Setan juga dibintangi oleh aktor-aktor yang piawai memainkan peran, Tara Basro, Dimas Aditya, Egy Fedly, Bront Palarae, Fachry Albar, dan bintang cilik Nasar Annuz dan M. Adhiyat. Mereka ini yang kena apes harus berurusan dengan gangguan Ibu.

Jujur, Pengabdi Setan adalah film horror Indonesia pertama yang aku tonton di bioskop setelah bertahun-tahun lalu jerit-jerit karena Jelangkung 2 dan Pocong 2. Nah, menonton Pengabdi Setan ini serasa dibawa kembali ke era dua film tersebut. Horrornya maksimal dan plusnya Pengabdi Setan adalah humor yang berhasil meregangkan otot setelah digempur ketegangan.

Humor paling hilarious sering dilontarkan oleh 2 pemain cilik, Nasar Annuz dan M. Adhiyat yang berperan sebagai Bondi dan Ian. Ku akui dua bocah ini berhasil mencuri perhatian dengan kepolosan anak-anak. Berbeda dengan Tara Basro yang menurutku kok kurang maksimal dalam berekspresi. Namun, wajah cantik Tara Basro menjadi obat saat penampakan Ibu dan nenek mulai intens.

Satu hal lagi yang mengganggu dari Pengabdi Setan. Itu adalah endingnya yang menggantung, tapi nggak bikin lega. Dari ending tersebut aku bertanya-tanya, apakah maksudnya adegan ini? Apakah nanti ada sequel Pengabdi Setan? Usut punya usut, ending Pengabdi Setan ternyata bawa-bawa karakter yang ada di film tahun 1980. Wah, kudu nonton kali ya biar ngerti. Not satisfying, but sweet scene though.

Overall, Pengabdi Setan remake ini adalah film horror Indonesia yang ciamik. Aura horror yang melekat sampai kebawa mimpi ditambah dengan bumbu-bumbu kisah kasih sayang keluarga dan humor yang siap memacu adrenalin sekaligus mengocok perut.

SUDAH BACA YANG INI BELUM?

6 Comments

  1. bener mas! aku lgsg liat begitu naik bioskop. expetasiku wes tinggi banget dan sejak film mulai emang nyatanya udah bikin teriak merem melek. tapi sayang, menurutku sejak adegan pak ustad nginep dirumah Ibu smpe di jemput pak budiman entah rasanya kurang greget. tapi scene terakhrnya sukses bikin gregetan lagi sih. overall setelah sekian lama, pengabdi setan ini salah satu film horror indo jaman modern yang patut buat di tonton. Se enggaknya, setannya disini make up e g alay ky film horror yg sudah2 yg mukanya bukan nakutin tapi jatuh e malah aneh. Mending g usah dibuat sekuelnya biarlah pengapdi setan berakhir dg seperti itu. wkkwkwk

    1. Wkwkwk. Memorable adalah scene menuju ending. Merindinge sampek gak karuan. Setuju! Setelah sekian lama digempur film horror yang hantunya mangap², ini sangat layak tonton dan bikin nggak berani tidur dalam gelap

  2. Yg serem pas diawal n pertengahan aja sih, bikin gw nyaris nutup mata mulu
    di ending munculnya cuma zombie, udah gag serem lgi, …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *